Misi || Visi || Tujuan Sman 1 Dramaga

SMA Negeri 1 Dramaga || Jalan Raya Dramaga Km. 7 Telp. (0251) 8628158. || Kab. Bogor 1680 || NSS 301020230122 || NPSN 20232377

Foto Guru-Guru SMAN 1 Dramaga

Foto ini di upload pada tanggal 22 maret 2014 di halaman SMA Negeri 1 Dramaga || Jalan Raya Dramaga Km. 7 Telp. (0251) 8628158. || Kab. Bogor 1680 || NSS 301020230122 || NPSN 20232377

Call To Actions

SMA Negeri 1 Dramaga || Jalan Raya Dramaga Km. 7 Telp. (0251) 8628158. || Kab. Bogor 1680 || NSS 301020230122 || NPSN 20232377

Juara Karate Ciomas Cup 2014

Dika Arya N Juara 1, Sindi Mutia Juara III, Muhmmad Mahmudin Juara 1 SMA Negeri 1 Dramaga || Jalan Raya Dramaga Km. 7 Telp. (0251) 8628158. || Kab. Bogor 1680 || NSS 301020230122 || NPSN 20232377

Foto Ujian Praktek Bahasa Jepang

SMA Negeri 1 Dramaga || Jalan Raya Dramaga Km. 7 Telp. (0251) 8628158. || Kab. Bogor 1680 || NSS 301020230122 || NPSN 20232377

Mendidik adalah kewajiban setiap orang terdidik. Berhenti mengeluh tidaklah cukup. Berkata-kata indah dengan penuh semangat juga tidak akan pernah cukup.

Sabtu, 03 September 2011

Apakah Kau Tau ??

Apa kau tahu bahwa seseorang selalu menempatkan profil facebookmu pada tab kedua setelah profil miliknya sendiri, dia memandangi profilmu itu sepanjang hari dan sepanjang malam jika ia bisa, dan diam-diam telah mengumpulkan fotomu untuk sewaktu-waktu bisa melihat wajahmu ketika ia tak bisa berkunjung ke profilmu...

Apa kau tahu bahwa seseorang selalu mengawasimu, membaca statusmu, dan tersenyum disaat kau menuliskan sesuatu tentang betapa bahagianya kau, tentang hal-hal yang kau senangi, dan kadang tentang orang-orang konyol yang seringkali mengganggumu..

Apa kau tahu bahwa seseorang setiap harinya selalu mengulang-ulang menatap foto yang sama yang ada di albummu, foto saat kau ceria, foto disaat kau bersedih, bahkan foto-foto anehmu yang kau coba untuk seaneh mungkin yang bisa kau ekspresikan namun tetap mengagumkan baginya..

Apa kau tahu bahwa seseorang menahan rasa cemburunya ketika seseorang lain mengirim pesan sederhana ke profilmu dan kau membalasnya dengan kesederhanaan dan kehangatan yang selalu ia ingin dapatkan darimu...

Apa kau tahu bahwa setiap kali kau mengganti fotomu yang kau ingin orang lain saksikan akan dirimu, seseorang merasa bahwa kau selalu menyegarkan, dan membawa sesuatu yang baru yang baik bagi semua orang...

Apa kau tahu...





By: Biily Anugrah

Sahabat atau Teman

Seorang Sahabat,
dialah orang y selalu ada disampingku
dikala duka maupun suka
dialah orang yg senantiasa menemani hari ku
dia dapat mengerti perasaanku
menghibur diriku di saat penyakit batin melanda.

Seorang Sahabat
dialah pelita ku,yg senantiasa menerangi gelap jiwaku
bagiku dialah segalanya bagiku
orang yg senantiasa menopang disaat raga ini terjatuh
seperti tangan kananku yg slalu berguna

Bermimpi bersama,
meraih cita-cita yg kami gantungkan
langit dirinya,awan diriku.

Tapi seorang teman?
seorang teman hanya sekedar sebatas saling kenal-mengenal
dia akan pergi sesuka hatinya,dan datang kembali sekehendaknya
seperti Hantu !

dia hanya memberi kesenangan sesaat,
di saat ku butuh,dia tak ada
di saat dia butuh,ku usahakan tuk membantunya
orang yang terkadang tak tahu balas budi.


Menghilangkan Rasa Gugup

Bagi sebagian orang, berbicara di depan umum bukanlah sebuah hal yang mudah. Apalagi jika Anda diminta secara mendadak atau tiba-tiba untuk berbicara di depan forum. Reaksi selanjutnya bisa dipastikan, perut mulas, kaki dan tangan gemetaran, jantung berdetak kencang, dan waktu serasa berjalan sangat lambat. Nah, inilah gejala dari adanya nervous, gugup atau grogi.

Gugup umumnya diawali dengan munculnya keringat dingin maupun hangat, perut terasa melilit, kaki dan tangan gemetaran, otak serasa blank, dan mulut pun serasa berat sekali untuk terbuka sehingga bicara pun menjadi tidak lancar.

Trus bagaimanakah cara mengatasi grogi di depan umum? Berikut beberapa kiat untuk mengatasi grogi saat berbicara di depan umum ;

1. Mempersiapkan mental dengan cara membangun rasa percaya diri dan mengendalikan rasa takut serta emosi.

Inilah modal awal agar sukses bicara didepan umum. Caranya dengan istirahat dan tidur yang cukup menjelang waktu berbicara di depan umum, melakukan relaksasi atau senam ringan untuk menurunkan ketegangan mental dan mengantisipasi kelelahan, misalnya dengan cara memegan ujung kaki sambil berdiri membungkuk selama beberapa detik, menarik napas yang panjang dan dalam serta menahannya beberapa detik, kemudian mengeluarkan napas pelan-pelan, juga minum segelas air putih untuk mempersiapkan vokal.

Khusus untuk mengatasi kaki yang gemetaran, usahakan pada saat tampil anda bergerak, anda dapat menyiasatinya dengan berjalan menuju white board untuk menulis atau menuju hadirin untuk berdialog.

2. Siapkan bahan jika tidak tampil mendadak. ini dapat menumbukan rasa percaya diri karena anda merasa yakin dengan apa yang anda sampaikan.

3. Berusahalah konsentrasi dan tenang pada saat akan maju dan fokuskan pada pokok pikiran apa yang anda sampaikan, juga pada kata kuncinya. Jangan memaksakan diri untuk mengeluarkan apa yang anda hafalkan, ini hanya akan menambah ketegangan dan rasa grogi jika pada saat akan maju ada sedikit saja ada yang terlupa.

4. Jangan mengharuskan diri tampil sempurna pada tiap kesempatan karena hanya akan mempercepat timbulnya rasa grogi ketika sedikit saja kekurangan Anda tampak. Yakinlah semua orang mempunyai kekurangan dan tidak semua orang mampu berbicara dengan baik di depan umum.

5. Yakinlah bahwa Anda tidak harus sepenuhnya menguasai seluruh hadirin. Fokuskan perhatian pada mereka yang tertarik dengan apa yang anda sampaikan. biarkan saja kalau ada yang tidak menaruh perhatian pada apa yang anda sampaikan.

6. Usahakan melewati sebelah kiri pendengar saat Anda menuju ke panggung atau tempat anda menyampaikan pidato. Ini akan menstimulasi otak kanan para pendengar sehingga lebih mudah menerima apa yang anda sampaikan

7. Jangan lupa untuk berdoa sebelum berbicara di depan umum agar tidak grogi, tidak nervous, dan sukses.

Yang perlu Anda tekankan dalam diri Anda adalah bahwa berbicara di depan umum bukanlah hal yang sangat menegangkan. Anda tidak akan dicela dan dijauhi hanya karena penampilan anda tidak sempurna saat di depan forum. Jadi berusahalah selalu tenang dan rileks.

Dan lebih penting lagi, bukan pada bagaimana penampilan anda tetapi pada apa yang anda sampaikan sehingga anda harus mempunyai tujuan dan sasaran yang jelas dan terarah. Ingatlah, sebagian besar pendengar menginginkan anda berhasil dalam menyampaikan pesan.

Sumber : majalah Nikah.

Jumat, 26 Agustus 2011

Pendidikan Anti Kritik



Alinea keempat Pembukaan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dengan jelas menegaskan bahwa tujuan kemerdekaan Indonesia adalah “untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”. Akan tetapi dalam implementasi tujuan dan cita-cita kemerdekaan tersebut, masih sangat jauh dari yang kita harapkan bersama. Upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, dimana salah satunya melalui pendidikan formal, kini menjadi kian berat bagi masyarakat. Tidak hanya biaya pendididikan yang semakin mahal dan tidak terjangkau oleh masyarakat miskin, namun juga budaya (culture) dalam lingkungan pendidikan, sungguh sangat memperihatinkan. Beragam bentuk ketidakadilan serta tontonan praktek kekerasan dan otoritarianisme dari para pemangku kepentingan (stakeholder) dunia pendidikan, kini kian mudah kita temui dalam kehidupan sehari-hari.

Budaya Diam

Masih segar dalam ingatan kita bagaimana Ibu Siami yang diusir dari kampung sendiri akibat upaya melaporkan kecurangan saat ujian sekolah anaknya di Surabaya[1], pemecatan secara sepihak oleh pihak yayasan terhadap beberapa guru SD bertaraf internasional di Makassar[2], hingga tindakan PHK hanya melalui SMS oleh Kepala Sekolah terhadap seorang guru honorer di Maluku[3], adalah beberapa kasus dari sekian banyak fakta yang membuktikan bahwa sistem pendidikan Indonesia, tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya. Tujuan pendidikan sejatinya adalah memanusiakan manusia. Membantu seseorang untuk menjadi pribadi yang memiliki kepekaan terhadap lingkungan sosialnya, serta menempatkan persoalan kemanusiaan diatas segalanya. Bukan malah mengajarkan untuk bertindak otoriter dan seenaknya berdasarkan kepentingan pribadi.

Berbagai kasus yang belakangan ini hangat diberitakan, terang saja melahirkan pertanyaan ditengah masyarakat, “Apakah dunia pendidikan mengharuskan anak didik menerapkan budaya diam dan patuh, agar terhindar dari masalah?” Sebab selama ini, pertanyaan dan kritikan tidak lagi dimaknai sebagai sarana evaluatif untuk membangun dunia pendidikan yang lebih baik. Namun justru dianggap ancaman, ketidakpatuhan ataupun pembangkangan. Ini mengigatkan kita dengan pola kekuasaan Orde Baru, yang sangat membenci kritik dan pertanyaan atas kekuasaannya. Melalukan kritik dan pertanyaan dimasa itu, berarti harus siap berhadapan dengan senjata dan penjara. Sehingga lahirlah apa yang kita sebut dengan budaya diam (culture silent), dimana masyarakat harus tunduk dan menerima setiap kehendap pemerintah, tanpa boleh bertanya sedikitpun. Budaya diam tentu saja merupakan hal yang bertolak belakang dengan roh pendidikan kita. Pendidikan justru harus berperan dalam membangun kesadaran dan jiwa kritis. Dengan demikian, maka pendidikan dapat memberikan tuntunan bagi seseorang untuk memiliki hidup dan kehidupan yang berkualitas dan bermanfaat bagi dirinya dan orang lain secara bersamaan.

Sebagaimana amanah dari konstitusi Negara kita Pasal 28C Ayat (1), yang menegaskan bahwa Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapat pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia. Untuk itu, budaya diam adalah musuh utama dari pendidikan kita. Pertanyaan dan kritikan justru menjadi keharusan jika kita menginginkan lingkungan pendidikan yang lebih maju dan berkembang. Sebab segala sesuatu didunia ini selalu dimulai dengan pertanyaan, kritik, protes, hingga tindakan nyata. Seseorang yang mulai melancarkan pertanyaan, menandakan tingkat keinginan yang kuat untuk mengenali lingkungannya, bukan sebaliknya.

Kritik vs Pembungkaman

Berpendapat adalah hak dasar yang dijamin oleh konstitusi, dimana UUD Tahun 1945 Pasal 28E Ayat (3) menyebutkan bahwa “setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat”. Ini merupakan hak lahiriah atau bawaan yang dimiliki oleh setiap orang, tanpa terkecuali. Dan tugas pokok Negara melalui Pemerintah, adalah menjamin kebebesan berpendapat tersebut, tanpa harus membatasi secara kaku dengan aturan tertulis semata. Dalam konteks pendidikan, setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan, sebagaimana yang tercermin dalam Pasal 31 ayat (1) UUD Tahun 1945. Dan barang siapa yang merasa hak tersebut terbatasi, bahkan cenderung dihalang-halangi, maka adalah sesuatu yang wajar untuk melancarkan protes dan tuntutan, walaupun sekedar dalam bentuk kritikan maupun pertanyaan. Mereka yang menghalang-halangi hak untuk mengkritik, justru menjadi musuh utama Negara. Bahkan dapat dikatakan, telah menginjak-injak amanah konstitusi dasar kita.

Seperti yang dialiami oleh Yoga dan Yogi (8 tahun). Dua siswa kembar kelas II SDN Sitirejo IV, Wagir, Kabupaten Malang, Jawa Timur ini, dikeluarkan bahkan ditolak oleh sekolahnya. Penolakan pihak sekolah dikarenakan kritik dan laporan dari orang tua Yoga dan Yogi, terkait dengan masalah keuangan dana BOS yang tak jelas peruntukkannya, disiplin sekolah, serta monopoli kepala sekolah dalam berbagai hal[4]. Nampak jelas bahwa pihak sekolah sangat mentabukan kritik, protes ataupun pertanyaan. Padahal sesungguhnya, tidak ada yang salah dengan kritik dari orang tua Yoga dan Yogi tersebut. Pada prinsipnya, kritikan adalah buah pelajaran penting yang sekiranya dapat diserap oleh anak didik, agar dimasa yang akan datang memilik sikap berani dalam memperjuangkan ketidakadilan yang terjadi disekelilingnya.

Sikap anti kritik, yang ditunjukkan oleh pihak pengelola pendidikan, muncul akibat beberapa faktor. Pertama, kecenderungan budaya feodal, yakni suatu sikap dimana seseorang merasa memiliki derajat yang lebih tinggi berdasarkan jabatan dan kepangkatan, sehingga merasa orang dibawahnya, jauh lebih rendah dan tidak pantas memberikan kritik, apalagi protes terhadapnya. Kedua, sentralisme atau penumpukan kekuasaan terhadap segelintir orang saja. Dengan demikian, penumpukan kekuasaan ini cenderung membuat seseorang bebas bertindak dan melalukukan apa saja. Ketiga, Partisipasi yang lemah, khususnya pada level pengambilan keputusan atau kebijakan pendidikan. Dan Keempat, transparansi kebijakan, khususnya menyangkut pengelolaan keuangan. Indikasi penyimpangan keuangan, bisanya membuat seorang pengelola menutup diri rapat-rapat dengan berusaha sekeras mungkin menjauhkan dirinya dari kritikan.

Sekali lagi, pola pendidikan anti kritik ini mengingatkan kita dengan masa Orde Baru. Masa dimana berjuta kesalahan tengah dipratekkan tanpa menghargai hak setiap warga negara untuk berpendapat, bahkan mengkritik setiap kebijakan yang dianggap tidak adil dan merugikan. Kita tentu tidak ingin kembali ke masa Orde Baru yang otoriter tersebut. Untuk itu, tugas dan tanggung jawab kita bersama bagaimana membangun budaya dilingkungan pendidikan yang terbuka akan kritik, sebagai masukan agar jauh lebih baik dimasa yang akan datang.

Jumat, 03 Juni 2011

Penerimaan Siswa- Siswi Sman 1 Dramaga 2011/2012

Penerimaan Siswa Baru TP 2011/2012

Untuk Tahun Pelajaran 2011/2012 SMA Negeri 1 Dramaga menerima lulusan SMP/MTs menjadi calon siswa baru, pendaftaran dimulai tanggal 20 Juni s.d 24 Juli 2011 di SMA Negeri 1 Dramaga Jl. Dramaga Km. 7  Bogor 16680 telp 0251 8628158.
Syarat-syarat pendaftaran :
  1. SKHUN asli dan fotocopy yang telah dilegalisir (atau SKL yang dilengkapi dengan daftar nilai Ujian     Nasional),
  2. SKKBN asli dan fotocopy yang telah dilegalisir,
  3. Fotocopy akta kelahiran/ surat kenal lahir
  4. Fotocopy kartu NISN
  5. Pas Foto 3 x 6 (2 buah)
Untuk lebih lanjut bisa langsung berkunjung ke Sman 1 Dramaga atau hubungi 0251 8628158